aku cewe', kata org sich pendiem, padahal yhoo gag gitu bgt koq. , kalau udach kenal aku pasti bisa mengenal aku koq :)
Kamis, 22 November 2012
talking to the moon
I know you're somewhere out there,
Somewhere far away
I want you back
I want you back.
My neighbors think i'm crazy,
But they don't understand
You're all i had
You're all i had.
At night when the stars light up my room,
I sit by myself,
Talking to the moon
Tryin' to get to you
In hopes you're on the other side
Talking to me too
Or am i a fool?
Who sits alone
Talking to the moon
I'm feeling like i'm famous,
The talk of the town.
They say i've gone mad.
Yeah, i've gone mad.
But they don't know what i know,
'Cause when the sun goes down
Someone's talking back.
Yeah, they're talking back.
At night when the stars light up my room,
I sit by myself,
Talking to the moon
Tryin' to get to you
In hopes you're on the other side
Talking to me too
Or am i a fool?
Who sits alone
Talking to the moon
Do you ever hear me calling?
'Cause every night, i'm talkin' to the moon
Still tryin' to get to you
In hopes you're on the other side
Talking to me too
Or am i a fool?
Who sits alone
Talking to the moon
I know you're somewhere out there,
Somewhere far away
REMAJA :)
Semakin pesatnya perkembangan teknologi sekarang ini membuat semakin berkembang pula pengetahuan para remaja. Perkembangan ini ada yang bersifat positif tapi ada juga yang negatif.
Bersifat positif apabila kita sebagai remaja bisa menggunakan teknologi itu dengan baik dan benar. Seperti dengan menggunakannya untuk ilmu yang bermanfaat . Dan sebaliknya semua teknologi itu bisa merusak kehidupan bangsa apabila kita sebagai remaja salah dalam menggunakannnya.
Masa remaja adalah masa yang sangat rentan. karena kita selalu mengutamakan emosi yang tinggi, selalu ingin tampil lebih baik dari smuanya, emosi yang berlebihan itu menyebabkan mudah masuknya pengaruh-pengaruh negatif dari luar .
Remaja di Indonesia cenderung berpikir sempit, remaja
memang cenderung berpikir masa kini saja. Barulah bila semakin
bertambah usia, masa depan semakin diperhitungkan. Di masa dewasa lah
orang biasanya mulai menyesali perilakunya di kala remaja.
Salah satu dampak dari perkembangan teknologi itu adalah seks bebas. Berdasarkan penelitian di berbagai kota
besar di Indonesia, sekitar 20 hingga 30 persen remaja mengaku pernah
melakukan hubungan seks. Celakanya, perilaku seks bebas tersebut
berlanjut hingga menginjak ke jenjang perkawinan.
Selain itu masih banyak lagi dampaknya, seperti tawuran, saling mencontek, pergaulan bebas.
Semua itu di sebabkan oleh beberapa faktor yaitu:
1. Keluarga
Sebuah keluarga merupakan pendidikan yang paling dasar bagi seorang anak. Seorang remaja memiliki emosi yang sangat besar dan cenderung menginginkan perhatian yang lebih. Ketika dia di rumah tidak mendapatkan perhatian tersebut dia akan mencarinya di luar, di tempat-tempat yang tidak mendidiknya dengan baik.Apabila remaja di besarkan di keluarga yang broken home dan selalu mnelihat pertengkaran di keluarganya, suatu saat dia akan menirukan hal tersebut.
Jika saja
para orang tua lebih memberikan perhatian pada anak – anaknya maka, anak
– anak mereka tidak mungkin terjerumus dalam pergaulan bebas yang bisa
merusak sang anak. Dari pergaulan bebas ini para remaja mengenal seks
bebas, narkoba, dugem, alcohol dan lain- lain. Jadi pada intinya
permasalahan remaja iuni tidak lepas dari peran serta keluarga sekitar.
2. Lngkungan
Dalam lingkungan pergaulan remaja, ada istilah yang berkesan negarif yaitu "anak gaul". Istilah ini menjadi
sebuah
ikon bagi dunia remaja masa kini yang ditandai dengan nongkrong di
kafe, mondar-mandir di mal, memahami istilah bokul, gaya fun, berpakaian
serba sempit dan ketat kemudian memamerkan lekuk tubuh, dan
mempertontonkan bagian tubuhnya yang seksi. Sebaliknya mereka
yang tidak mengetahui dan tidak tertarik dengan hal yang disebutkan
tadi, akan dinilai sebagai remaja yang tidak gaul dan kampungan.
Akibatnya, remaja anak gaul inilah yang biasanya menjadi korban dari
pergaulan bebas, di antaranya terjebak dalam perilaku seks bebas.
3. Keimanan
Remaja tidak akan mungkin terpengaruh untuk melakukan hal-hal yang negatif apabila dia memiliki iman yang kuat, karena dia memiliki pedoman dalam dirinya yaitu iman. Ia tidak akan terpengaruh oleh apapun apabila dia memiliki suatu pedoman yang kuat.
Akibat perilaku seks bebas
Menurut
Dr Boyke Dian Nugraha, jika hubungan seks tersebut dilakukan sebelum
usia 17 tahun, risiko terkena penyakit menular seksual bisa mencapai
empat hingga lima kali lipat. Selain itu, seks pranikah akan
meningkatkan kasus penyakit menular seksual, seperti sipilis, GO
(ghonorhoe), hingga HIV/AIDS. Androlog Anita Gunawan mengatakan, kasus
GO paling banyak terjadi.
Penderita
bisa saja tidak mengalami keluhan. Tapi, hal itu justru semakin
meningkatkan penyebaran penyakit tersebut. Anita menggolongkan penyakit
GO tersebut ke dalam subklinis, kronis dan akut. Subklinis dan kronis,
kata anita, tidak menimbulkan gejala serta keluhan pada penderita.
Sedangkan GO akut akan menampakan gejala, seperti sulit buang air kecil
atau sakit pada ujung kemaluan. “Pada pria biasanya menampakan gejala.
Berbeda dengan wanita, seringkali tidak menampakan gejala yang jelas.
Paling-paling hanya timbul keputihan atau anyang-anyang,” ujarnya.
Bagaimana
dengan GO yang sudah parah? Dr Boyke Dian Nugraha menjelaskan, untuk GO
yang sudah parah dapat menyebabkan hilangnya kesuburan, baik pada pria
maupun wanita. Saluran sperma atau indung telur menjadi tersumbat oleh
kuman GO.
Disisi lain, Boyke menambahkan, perilaku seks bebas ini bisa berlanjut hingga menginjak perkawinan. Tercatat sekitar 90 dari 121 masalah seks yang masuk ke Klinik Pasutri (pasangan suami istri)pada tahun 2000 lalu, dialami orang-orang yang pernah melakukan hubungan pranikah (pre marital).
Disisi lain, Boyke menambahkan, perilaku seks bebas ini bisa berlanjut hingga menginjak perkawinan. Tercatat sekitar 90 dari 121 masalah seks yang masuk ke Klinik Pasutri (pasangan suami istri)pada tahun 2000 lalu, dialami orang-orang yang pernah melakukan hubungan pranikah (pre marital).
Hamil
diluar nikah merupakan masalah yang bisa juga ditimbulkan dari perilaku
seks bebas. Banyak dari remaja kita melakukan aborsi untuk menutupi
kehamilannya. Tapi apakah kalian tahu jika aborsi bisa mengancam jiwa
sang ibu dan janin yang ada dirahim ibu. Biasanya aborsi dilakukan
ketika janin berusia 1 – 3 minggu. Setelah itu janin akan lebih susah
diaborsi. Yang lebih parah jika aborsi yang dilakukan ketika janin telah
berusia lebih dari 3 minggu dan terdapat sisa anggota tubuh janin yang
tidak bisa keluar hal itu akan menyebabkan kanker bagi sang ibu. Ngeri
ga sih?
Jadi
sebelum melakukan sesuatu pikir lebih logis, jangan melakukan semua
hanya atas nama cinta. Penyesalan akan selalu datang belakangan. Jangan
buat masa mudamu hancur karna kenikmatan sesaat.
ika
saja para orang tua lebih memberikan perhatian pada anak – anaknya
maka, anak – anak mereka tidak mungkin terjerumus dalam pergaulan bebas
yang bisa merusak sang anak. Dari pergaulan bebas ini para remaja
mengenal seks bebas, narkoba, dugem, alcohol dan lain- lain. Jadi pada
intinya permasalahan remaja iuni tidak lepas dari peran serta keluarga
sekitar.
Akibat Perilaku Seks Bebas
Menurut
Dr Boyke Dian Nugraha, jika hubungan seks tersebut dilakukan sebelum
usia 17 tahun, risiko terkena penyakit menular seksual bisa mencapai
empat hingga lima kali lipat. Selain itu, seks pranikah akan
meningkatkan kasus penyakit menular seksual, seperti sipilis, GO
(ghonorhoe), hingga HIV/AIDS. Androlog Anita Gunawan mengatakan, kasus
GO paling banyak terjadi.
Penderita
bisa saja tidak mengalami keluhan. Tapi, hal itu justru semakin
meningkatkan penyebaran penyakit tersebut. Anita menggolongkan penyakit
GO tersebut ke dalam subklinis, kronis dan akut. Subklinis dan kronis,
kata anita, tidak menimbulkan gejala serta keluhan pada penderita.
Sedangkan GO akut akan menampakan gejala, seperti sulit buang air kecil
atau sakit pada ujung kemaluan. “Pada pria biasanya menampakan gejala.
Berbeda dengan wanita, seringkali tidak menampakan gejala yang jelas.
Paling-paling hanya timbul keputihan atau anyang-anyang,” ujarnya.
Bagaimana
dengan GO yang sudah parah? Dr Boyke Dian Nugraha menjelaskan, untuk GO
yang sudah parah dapat menyebabkan hilangnya kesuburan, baik pada pria
maupun wanita. Saluran sperma atau indung telur menjadi tersumbat oleh
kuman GO.
Disisi lain, Boyke menambahkan, perilaku seks bebas ini bisa berlanjut hingga menginjak perkawinan. Tercatat sekitar 90 dari 121 masalah seks yang masuk ke Klinik Pasutri (pasangan suami istri)pada tahun 2000 lalu, dialami orang-orang yang pernah melakukan hubungan pranikah (pre marital).
Disisi lain, Boyke menambahkan, perilaku seks bebas ini bisa berlanjut hingga menginjak perkawinan. Tercatat sekitar 90 dari 121 masalah seks yang masuk ke Klinik Pasutri (pasangan suami istri)pada tahun 2000 lalu, dialami orang-orang yang pernah melakukan hubungan pranikah (pre marital).
Hamil
diluar nikah merupakan masalah yang bisa juga ditimbulkan dari perilaku
seks bebas. Banyak dari remaja kita melakukan aborsi untuk menutupi
kehamilannya. Tapi apakah kalian tahu jika aborsi bisa mengancam jiwa
sang ibu dan janin yang ada dirahim ibu. Biasanya aborsi dilakukan
ketika janin berusia 1 – 3 minggu. Setelah itu janin akan lebih susah
diaborsi. Yang lebih parah jika aborsi yang dilakukan ketika janin telah
berusia lebih dari 3 minggu dan terdapat sisa anggota tubuh janin yang
tidak bisa keluar hal itu akan menyebabkan kanker bagi sang ibu. Ngeri
ga sih?
Jadi
sebelum melakukan sesuatu pikir lebih logis, jangan melakukan semua
hanya atas nama cinta. Penyesalan akan selalu datang belakangan. Jangan
buat masa mudamu hancur karna kenikmatan sesaat.
Langganan:
Komentar (Atom)